//]]>   ..:::bat0sai.blog:::...

mw hacking facebook klik link dibawah ini

Saturday, 29 August 2009

StoRy Of HaraJukU











Harajuku (原宿 ) adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Kuil Meiji, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dōri), department store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat.

Sekitar tahun 1980-an, Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku. Sampai hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo.

Sebetulnya sebutan "Harajuku" hanya digunakan untuk kawasan di sebelah utara Omotesando. Onden adalah nama kawasan di sebelah selatan Omotesando, namun nama tersebut tidak populer dan ikut disebut Harajuku.

Sejarah

"Kincir air di Onden" (dari 36 Pemandangan Gunung Fuji karya Hokusai)

Sebelum zaman Edo, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan (juku) bagi orang yang bepergian melalui rute Jalan Utama Kamakura. Tokugawa Ieyasu menghadiahkan penguasaan Harajuku kepada ninja dari Provinsi Iga yang membantunya melarikan diri dari Sakai setelah terjadi Insiden Honnōji.

Di zaman Edo, kelompok ninja dari Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota Edo karena letaknya yang strategis di bagian selatan Jalan Utama Kōshū. Selain ninja, samurai kelas Bakushin juga memilih untuk bertempat tinggal di Harajuku. Petani menanam padi di daerah tepi Sungai Shibuya, dan menggunakan kincir air untuk menggiling padi atau membuat tepung.

Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelah Kuil Meiji didirikan.

Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti Anan dan non-no. Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no.

Sekitar tahun 1980-an, Jalan Takeshita menjadi ramai karena orang ingin melihat Takenoko-zoku yang berdandan aneh dan menari di jalanan. Setelah ditetapkan sebagai kawasan khusus pejalan kaki, Harajuku menjadi tempat berkumpul favorit anak-anak muda. Setelah Harajuku makin ramai, butik yang menjual barang dari merek-merek terkenal mulai bermunculan di Omotesando sekitar tahun 1990-an.

Saya belajar...

Saya Belajar......

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain untuk mencintai saya
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan
Dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa sahabat terbaik selalu ada bersama saya
Untuk dapat melakukan banyak hal
Dan kami selalu selalu mempunyai waktu terbaik untuk berbagi rasa

Saya belajar . . . . . . . .
Bahwa orang yang saya adalah kira jahat
Justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali
Serta orang yang begitu perhatian sama saya

Saya belajar . . . . . . . .
Bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh
Walaupun dipisahkan oleh jarak yang jauh
Beberapa diantaranya menciptakan cinta yang sejati

Saya belajar .............
Bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian
Sebagaimana yang saya inginkan
Bukan berarti dia tidak tidak mencintai saya

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa sebaik-baiknya pasangan itu
Mereka pasti pernah melukai perasaan saya
Dan untuk itu saya harus memaafkannya

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa saya harus bisa mengampuni diri sendiri dan orang lain
Jika tidak ingin dikuasai oleh perasaan bersalah terus menerus

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa lingkungan dapat mempengaruhi kepribadian saya
Namun saya harus bisa lebih bertanggung jawab
Untuk apa yang telah saya lakukan

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa dua manusia dapat melihat satu benda yang sama
Tapi boleh jadi memiliki dua sudut pandang yang berbeda

Saya belajar . . . . . . . .
Tidak ada yang instant atau serba cepat didunia ini
Semua membutuhkan proses dan pertumbuhan
Kecuali bila saya ingin sakit hati . . . .

Saya belajar . . . . . . . .
Bahwa saya harus memilih
Apakah menguasai sikap dan emosi
Ataukah sikap dan emosi itu yang akan menguasai saya

Saya belajar . . . . . . . .
Bahwa saya punya hak untuk marah
Tetapi itu bukan berarti
Saya harus benci dan berlaku bengis pada orang lain.

Saya belajar . . . . . . . . .
Bahwa kata-kata manis tanpa tindakan
Adalah saat perpisahan dengan seseorang
Yang benar-benar sangat saya cintai

Saya belajar . . . . . . . . . .
Bahwa orang-orang yang saya kasihi
Justru sering kali diambil segera
Dari kehidupan saya

Love doesn't make the world go round.
Love is what makes the ride worth while